PUPUK ORGANIK CAIR DERUCI RAMAH LINGKUNGAN

Pupuk organik cair deruci

 Sastrawan Online 30/6/2023 - Pupuk organik cair saat ini sangat dibutuhkan kehadirannya dalam dunia pertanian. Permasalahan lahan yang kian komplek menuntut para pelaku industri bahan logistik pangan dari sektor pertanian untuk bergerak lebih masive dan kreatif.

Solusi dari berbagai masalah pertanian harus segera ditemukan. Contoh kasus perihal tanah mati atau tidak produktif karena kelebihan residu unsur hara mikro sisa zat aktif pestisida dan herbisida, hal tersebut sudah menjadi masalah umum di dunia pertanian. Solusi terbaik dari kendala tersebut adalah bakteri pengurai yang mampu bertahan pada kondisi ekstrim seperti pH rendah dibawah 3 dan suhu tanah yang tinggi hingga mencapai 40 derajat celcius. Maka dibutuhkan bakteri yang tahan terhadap asam dan suhu tinggi.


Deruci mengandung bakteri tahan asam dibawah pH 3 dan suhu maksimal 70 derajat celcius mampu menjadi jawaban dari permasalahan diatas. Anda cukup menyemprotkan pada lahan yang akan ditanami komoditas pilihan anda tanpa khawatir lagi dengan masalah tanah asam dan kekeringan akut yang mengganggu kesuburan tanaman.


Deruci hadir memberi solusi untuk semua jenis tanaman dalam pertanian anda. Sejumlah enzim dan hormon juga mampu meningkatkan produktifitas tanaman anda. Bertani belum lengkap tanpa Deruci, gunakan Pupuk Organik Cair Deruci untuk pertanian yang lebih baik.

Deruci Bio fertilizer adalah merek dagang atas produk pendukung pertanian yang mengandung nutrisi berupa enzim dan biota aktif berjenis mikro bakteri yang bersifat gram posistif dari golongan Bakteri Asam Laktat (BAL). Bakteri gram positif tersebut berfungsi sebagai pengurai bahan humus agar mudah dicerna dan diserap oleh tanaman juga sebagai agen perlindungan terhadap tanaman dari serangan Virus, Jamur, dan Bakteri Patogen atau yang bersifat gram negatif yang dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme tanaman kesayangan anda.


Sistem kerja Deruci Bio Fertilizer adalah dengan menyuplai nutrients atau pakan siap saji kepada tanaman dan mengembangbiakkan bakteri baik yang mampu menghentikan pertumbuhan mahluk mikroskopis atau sangat kecil yang menjadi parasit bagi tanaman, penjelasannya adalah sebagai berikut.


Pertumbuhan suatu jenis mikroorganisme dalam bahan pangan ( dalam hal ini nutrisi Deruci ) dapat menghasilkan zat-zat metabolit atau mengubah keadaan sedemikian rupa sehingga spesies mikroorganisme lainnya terhambat atau terhenti pertumbuhannya. 


Banyak mikroorganisme membentuk metabolit yang mempunyai daya antimikrobia, salah satunya bakteri asam laktat. Bakteri asam laktat bermanfaat untuk peningkatan kualitas dan keamanan bahan pangan melalui penghambatan secara alami terhadap mikroorganisnme yang bersifat patogen, antara lain seperti Virus dan Jamur serta bakteri negatif yang sering menjadi penyebab daun dan batang padi menjadi rusak, kering, hingga gagal panen.



Bakteri asam laktat menghasilkan beberapa komponen antimikrobia yaitu asam organik, karbondioksida, hidrogen peroksida, diasetil, reuterin, dan bakteriosin

(Amezquita dan Brashears, 2002). Menurut Jenie (1996) sebagian dari senyawa-senyawa tersebut memperlihatkan aktivitas antimikrobia terhadap banyak mikroorganisme perusak dan patogen makanan seperti Bacillus cereus, Clostridium botulinum, Clostridium perfringens, Pseudomonas, Alcaligenes, dan lain-lain. 


Asam organik yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat adalah asam laktat dan asam asetat. Bakteri pengganggu tersebut sering menghambat proses penyerapan makanan oleh tanaman yang mana nutrisi di sekeliling tanaman sudah bersifat siap diserap dan diproses oleh tanaman namun justru dihambat oleh parasit yang berukuran sangat kecil.


Asam laktat merupakan metabolit utama bakteri asam laktat. Efek penghambatan terjadi karena molekul asam organik masuk ke dalam membran sel dan menurunkan pH sitoplasma (Mishra dan Lambert, 1996).

Karbondioksida dapat menghambat bakteri perusak dan patogen pada makanan atau nutrisi pada lingkungan pertanian. Karbondioksida memiliki sifat antimikrobia dengan menyebabkan lingkungan lebih anaerob, akumulasi karbondioksida pada lipida bilayer akan merusak permeabilitas atau daya tahan membran sel dari bakteri pengganggu seperti Xanthomonas yang menjadikan hawar daun atau kresek.


Hidrogen peroksida yang dihasilkan bakteri asam laktat dapat menghambat bakteri patogen (Jaroni dan Brashears, 2000). Hidrogen peroksida memiliki efek bakterisidal karena produksi superoksida oksigen dan radikal hidroksil yang menyebabkan oksidasi sel bakteri jahat dan merusak struktur dasar molekul dari protein sel parasit. Kemudian secara tidak langsung membunuh bakteri jahat tersebut dan tidak lagi berkembangbiak di lingkungan pertanian anda.


Diasetil diproduksi oleh bakteri asam laktat Lactobacillus, Streptococcus, PediococCus, dan Leuconostoc yang dihasilkan dari metabolismne sitrat (Hugenholtz et al., 2000). Diasetil menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif seperti Salmonela typlhymurum dan Escherichia coli (Kang dan Fung, 1999). Diasetil bereaksi dengan arginine-binding protein pada bakteri gram negatif dan mempengaruhi penggunaan arginin (Ouwehand, 1998).


Reuterin diproduksi oleh Lactobacillus reuteri. Lactobacillus reuteri merupakan mikroorganisme alami yang terdapat pada saluran pencernaan manusia dan hewan. Antimikrobia ini dapat menghambat mikroorganisme patogen terutama gram negatif seperti Salmonella enteritica dan E. coli serta perusak makanan (Ganzle et al., 2000).


Bakteriosin merupakan substansi protein yang disekresikan bakteri-bakteri tertentu, yang bersifat bakterisidal terhadap bakteri gram positif (Kimura et l., 1997). Bakteriosin yang diproduksi oleh bakteri asam laktat potensial digunakan sebagai pengawet makanan karena melawan patogern yang berasal dari bahan makanan (Tahara dan Kanatani, 1997).


Bakteriosin dibagi menjadi 4 kelas yaitu bakteriosin kelas I yang disebut lantibiotik contohnya nisin yang dihasilkan oleh Lactobacillus lactis sangat aktif melawan sebagian besar bakteri gram positif dengan merusak membran sel (Benech et al., 2002). Bakteriosin kelas II berupa non lantibiotik contohnya pediosin yang dihasilkan oleh Lactobacillus plantarum yang dapat mengambat Listeria monocytogenes (Loessner et al., 2002). Bakteriosin kelas II merupakan protein yang labil terhadap panas dengan berat molekul lebih dari 30 kDa.Bakteriosin kelas IV merupakan glikoprotein atau lipoprotein (Oscariz dan Pisabarro, 2000). 


Seperti itulah sistem kerja Deruci Bio Fertilizer yang secara zat dan biologi mampu menutrisi tanaman anda juga mampu melindungi tanaman anda dari serangan bakteri jahat perusak tanaman, Virus, dan Jamur. Oleh karena itu gunakan selalu DeRuci Bio Fertilizer untuk menutrisi dan melindungi tanaman anda agar tanaman tumbuh subur dan panen melimpah.

Drc

Komentar